
Karakter merpati menurut warna bulu
Warna bulu setiap burung merpati merupakan salah satu untuk dasar untuk identifikasi. Misal
seseorang yang memiliki burung merpati biasanya akan mengenal merpati
kepunyaannya walaupun ditempatkan bersamaan dengan merpati lainnya
dalam jumlah banyak. Tetapi dibalik itu semua warna bulu dapat juga
menentukan karakter dari burung tersebut. Dibawah ini dijelaskan
karakter dari setiap warna, walaupun dalam kenyataannya bisa saja
berbeda dengan kenyataannya. Ciri-ciri / karakter merpati jika
dikaitkan dengan warna bulu merpati dapat kita bedakan dan dapat
disimpulkan dengan pernyataan dibawah ini. Catatan saja warna bulu
merpati ini merupakan hasil pengamatan di daerah Bandung.
Coklat:
Burung mudah dilatih gampang giring dan bisa ngeket, untuk terbang dasar/balap maupun tinggi
sangat baik sekali, cocok dengan betina dengan bulu coklat juga,
tetapi burung warna coklat gampang hilang. Maka berhati-hatilah jika
punya burung warna coklat, jangan dipaksakan untuk terbang lebih dari
3x menerbangkan.
Blorok / brontok:
Burung ini giringnya
kurang baik, dijodohkan dengan betina warna bulu apa saja bisa.
Kelebihan warna bulu ini adalah insting untuk pulang sangat baik untuk
tinggian. Memang jarang burung seperti ini jago tinggian atau dasar,
tetapi ada.
Megan:
Burung ini giringnya baik, dijodohkan dengan betina warna bulu apa
saja bisa. Kelebihan warna bulu ini adalah insting untuk pulang lebih
baik dari blorok/brontok untuk tinggian. Burung seperti ini dapat
terbang sangat tinggi dan stamina
yang prima dan dapat diterbangkan -/+ 45 Km (tergantung latihan),
tetapi kurang baik menukiknya, biasanya antara 75-80 derajat paling
banter. Tetapi ada juga yang 90 derajat tetapi sangat jarang sekali
Hitam meles:
Burung ini giringnya sedang-sedang saja, dijodohkan dengan betina warna
bulu apa saja bisa. Kelebihan warna bulu ini adalah insting untuk
pulang lebih baik dari blorok/brontok tetapi dibawah warna megan dapat
diterbangkan dari jarak -/+ 35 Km. Untuk terbangnya, burung seperti ini
dapat terbang tinggi tetapi tidak melebihi ketinggian terbang warna
megan.
Tritis:
Hampir sama dengan coklat, tetapi burung ini insting untuk pulangnya
lebih baik daripada warna coklat. Dengan kata lain bahwa burung merpati
dengan warna bulu tritis bisa dikatakan lebih cerdas dari pada merpati yang berbulu warna coklat.
Putih meles:
Sangat jarang sekali warna putih meles jadi burung tinggi atau dasar
yang unggul. Tetapi saya pernah melihat warna putih meles ini dapat
terbang tinggi dan nukik 90 derajat. Warna putih meles cocok sebagai
pemanis saat beberapa burung tinggi giring dan dikumpulkan betinanya
dalam satu kurung.
Plontang:
Bulu warna ini mudah dijodohkan terbang bisa tinggi tetapi jeleknya nukik-nya tidak konsisten alias
kadang mau 90 derajat kadang tidak padahal giringnya sama. Warna
plontang sangat cocok sebagai pemanis saat beberapa burung tinggi
giring dan dikumpulkan betinanya dalam satu kurung.
Klabu:
Burung dengan warna ini agak sulit dijodohkan, dilatih gampang giring
dan bisa ngeket, sangat cocok untuk terbang dasar/balapi, cocok dengan
betina dengan bulu klabu telampik, tetapi burung warna klabu gampang
hilang jika dilatih untuk tinggian.
Tlampik:
Tergantung warna dasar bulu. Kecuali selap 1 atau 2 dengan warna dasar
coklat bisa lebih baik dari warna coklat meles. Baik untuk dasar atau
tinggian. Beberapa opini mengatakan merpati yang berbulu tlampik
seperti ini bisa dibilang baik dalam segala hal tetapi ini belum bisa
dibuktikan secara umum.
Karakter merpati menurut kering atau basah bulu.
Bulu basah dan cenderung seperti mengkilat hanya cocok untuk dasaran,
sama sekali tidak cocok untuk tinggian, Kalaupun ada saya yakin ini
sangat jarang.
Bulu kering sangat cocok untuk tinggian atau dasaran, tetapi sangat
cocok untuk tinggian, coba perhatikan ditempat latihan / aduan burung
tinggi, anda akan bisa membedakannya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar