Senin, 17 Maret 2014


WARNA BULU MERPATI

Karakter merpati menurut warna bulu

Warna bulu setiap burung merpati merupakan salah satu untuk dasar untuk identifikasi. Misal seseorang yang memiliki burung merpati biasanya akan mengenal merpati kepunyaannya walaupun ditempatkan bersamaan dengan merpati lainnya dalam jumlah banyak. Tetapi dibalik itu semua warna bulu dapat juga menentukan karakter dari burung tersebut. Dibawah ini dijelaskan karakter dari setiap warna, walaupun dalam kenyataannya bisa saja berbeda dengan kenyataannya. Ciri-ciri / karakter merpati jika dikaitkan dengan warna bulu merpati dapat kita bedakan dan dapat disimpulkan dengan pernyataan dibawah ini. Catatan saja warna bulu merpati ini merupakan hasil pengamatan di daerah Bandung.

Coklat:

Burung mudah dilatih gampang giring dan bisa ngeket, untuk terbang dasar/balap maupun tinggi sangat baik sekali, cocok dengan betina dengan bulu coklat juga, tetapi burung warna coklat gampang hilang. Maka berhati-hatilah jika punya burung warna coklat, jangan dipaksakan untuk terbang lebih dari 3x menerbangkan.

Blorok / brontok:

Burung ini giringnya kurang baik, dijodohkan dengan betina warna bulu apa saja bisa. Kelebihan warna bulu ini adalah insting untuk pulang sangat baik untuk tinggian. Memang jarang burung seperti ini jago tinggian atau dasar, tetapi ada.

Megan:

Burung ini giringnya baik, dijodohkan dengan betina warna bulu apa saja bisa. Kelebihan warna bulu ini adalah insting untuk pulang lebih baik dari blorok/brontok untuk tinggian. Burung seperti ini dapat terbang sangat tinggi dan stamina yang prima dan dapat diterbangkan -/+ 45 Km (tergantung latihan), tetapi kurang baik menukiknya, biasanya antara 75-80 derajat paling banter. Tetapi ada juga yang 90 derajat tetapi sangat jarang sekali
Hitam meles:

Burung ini giringnya sedang-sedang saja, dijodohkan dengan betina warna bulu apa saja bisa. Kelebihan warna bulu ini adalah insting untuk pulang lebih baik dari blorok/brontok tetapi dibawah warna megan dapat diterbangkan dari jarak -/+ 35 Km. Untuk terbangnya, burung seperti ini dapat terbang tinggi tetapi tidak melebihi ketinggian terbang warna megan.
Tritis:

Hampir sama dengan coklat, tetapi burung ini insting untuk pulangnya lebih baik daripada warna coklat. Dengan kata lain bahwa burung merpati dengan warna bulu tritis bisa dikatakan lebih cerdas dari pada merpati yang berbulu warna coklat.
Putih meles:

Sangat jarang sekali warna putih meles jadi burung tinggi atau dasar yang unggul. Tetapi saya pernah melihat warna putih meles ini dapat terbang tinggi dan nukik 90 derajat. Warna putih meles cocok sebagai pemanis saat beberapa burung tinggi giring dan dikumpulkan betinanya dalam satu kurung.
Plontang:

Bulu warna ini mudah dijodohkan terbang bisa tinggi tetapi jeleknya nukik-nya tidak konsisten alias kadang mau 90 derajat kadang tidak padahal giringnya sama. Warna plontang sangat cocok sebagai pemanis saat beberapa burung tinggi giring dan dikumpulkan betinanya dalam satu kurung.
Klabu:

Burung dengan warna ini agak sulit dijodohkan, dilatih gampang giring dan bisa ngeket, sangat cocok untuk terbang dasar/balapi, cocok dengan betina dengan bulu klabu telampik, tetapi burung warna klabu gampang hilang jika dilatih untuk tinggian.
Tlampik:

Tergantung warna dasar bulu. Kecuali selap 1 atau 2 dengan warna dasar coklat bisa lebih baik dari warna coklat meles. Baik untuk dasar atau tinggian. Beberapa opini mengatakan merpati yang berbulu tlampik seperti ini bisa dibilang baik dalam segala hal tetapi ini belum bisa dibuktikan secara umum. 

Karakter merpati menurut kering atau basah bulu.
Bulu basah dan cenderung seperti mengkilat hanya cocok untuk dasaran, sama sekali tidak cocok untuk tinggian, Kalaupun ada saya yakin ini sangat jarang.
Bulu kering sangat cocok untuk tinggian atau dasaran, tetapi sangat cocok untuk tinggian, coba perhatikan ditempat latihan / aduan burung tinggi, anda akan bisa membedakannya.

CIRI - CIRI MERPATI BALAP

Merpati balap adalah hasil pembiakan dari burung merpati yang telah dibiakkan secara khusus agar mampu terbang lebih cepat, instink untuk pulang yang lebih kuat untuk olah raga balap merpati. Merpati populer yang dijinakkan, merpati balap, adalah salah satu hasil yang paling baru.
Merpati termasuk golongan burung pintar, ini terbukti dengan kejinakan dan kemampuannya untuk mengenali kandang dan daerah sekitarnya terutama merpati pos. Merpati Balap mempunyai kelebihan lain yang tidak kalah hebatnya dengan merpati pos, yaitu mampu mengenali pasangan, pemilik, atau pelatihnya dari jarak yang cukup jauh.
Secara Umum merpati balap yang baik memiliki ciri-ciri sebagai berikut:
1. Bagian Kepala dan Leher:
Paruh yang Pendek,lurus, kuat, dan ujungnya sedikit melengkung menandakan keket atau giringnya bagus.
Mata jernih dengan biji mata bulat penuh (tidak terlihat pecah) dan kecil menandakan kemampuannya cukup baik untuk melihat dengan jelas dari kejauhan.
Kepala yang proposional dan cukup besar menandakan isi otaknya besar (cerdas).
Lehernya yang cukup dan tidak terlalu panjang dan besar, tetapi tetap proposional dapat menjaga posisi terbang terhadap udara agar tetap streamline.
2. Bagian Badan, Kaki dan ekor:
Pundak tegap dan kokoh sebagai tempat menempelnya sayap
Otot sayap yang cukup tebal menandakan kekuatannya mengepakkan sayapnya maksimal sehingga diperoleh jangkauan yang jauh dalam sekali kepak. Bulu-bulu sayap rapi, tebal, panjang, lebar, dan rapat menandakan bahwa merpati dapat mencapai jarak jauh dalam sekali kepakan karena sedikit udara yang lepas. Bulu sayap primer biasanya terdiri dari 10 bulu, tetapi kadang ditemukan merpati dengan bulu sayap primer 11 bulu pada salah satu atau kedua sayapnya. Keadaan ini dapat menambah kerapatan bulu sayap.
Kaki proposional dengan jari yang kecil dan panjang untuk mengarahkan angin kebelakang setelah melewati dada pada saat terbang
Tumpukan bulu pada bokong tebal dan tulang pubis cukup keras sehingga kekompakan otot untuk mencapai kecepatan akhir yang maksimal dapat terjamin.
3. Ciri-ciri lain:
Bulu halus, kering, dan berlapis lilin untuk mengurangi hamabatan dan mencegah tersimpannya air dari udara yang dapat mengurangi kecepatan burung karena bertambahnya berat badan.
Tulang dada sedikit melengkung untuk mengurangi hamabatan angin.
Leher seekor merpati balap harus proporsional, tidak terlalu pendek dan tidak juga terlalu panjang, sehingga tidak menambah gesekan diudara.

cara memilih burung tinggian




CIRI - CIRI MEMILIH MERPATI YG BAIK

1 . BERKEPALA BESAR LEHER PANJANG
2 . POSTUR TUBUH TEGAK SEPERTI ANGKA 2 ( BEBEK )
3 . SAYAP RAJIN DAN KECIL KERING
4 . TULANG BULU / SODONAN SAYAP KAKU DAN KERING
5 . BAHU SAYAP KANAN KIRI TEBAL DAN SEIMBANG
6 . TELENG MATA / TITIK MATA KECIL DAN TIDAK PUDAR
7 . PARUH KECIL PANJANG
8 . KAKI KERING
9 . DETAK JANTUNG KENCANG / BESAR
10 . SUPITAN KAKU ATAU TEBAL ( LEBIH MAKSIMAL RAPAT TAPI JANGAN TERLALU RAPAT ),TEMBOLOK BERBENTUK KERUCUT KEDEPAN
11 . JIKA DI PEGANG POSTUR TUBUH BERBENTUK SEGITIGA / KERUCUT
12 . PANJANG UJUNG SAYAP SEJAJAR DENGAN EKOR

TIPS DIATAS ADALAH BERDASARKAN - BERDASARKAN KAMI SELAMA KURANG LEBIH 13 TAHUN ..
********** SELAMAT MENCOBA ********

cara memilih burung tinggian




CIRI - CIRI MEMILIH MERPATI YG BAIK

1 . BERKEPALA BESAR LEHER PANJANG
2 . POSTUR TUBUH TEGAK SEPERTI ANGKA 2 ( BEBEK )
3 . SAYAP RAJIN DAN KECIL KERING
4 . TULANG BULU / SODONAN SAYAP KAKU DAN KERING
5 . BAHU SAYAP KANAN KIRI TEBAL DAN SEIMBANG
6 . TELENG MATA / TITIK MATA KECIL DAN TIDAK PUDAR
7 . PARUH KECIL PANJANG
8 . KAKI KERING
9 . DETAK JANTUNG KENCANG / BESAR
10 . SUPITAN KAKU ATAU TEBAL ( LEBIH MAKSIMAL RAPAT TAPI JANGAN TERLALU RAPAT ),TEMBOLOK BERBENTUK KERUCUT KEDEPAN
11 . JIKA DI PEGANG POSTUR TUBUH BERBENTUK SEGITIGA / KERUCUT
12 . PANJANG UJUNG SAYAP SEJAJAR DENGAN EKOR

TIPS DIATAS ADALAH BERDASARKAN - BERDASARKAN KAMI SELAMA KURANG LEBIH 13 TAHUN ..
********** SELAMAT MENCOBA ********

CIRI - CIRI MERPATI BALAP

Merpati balap adalah hasil pembiakan dari burung merpati yang telah dibiakkan secara khusus agar mampu terbang lebih cepat, instink untuk pulang yang lebih kuat untuk olah raga balap merpati. Merpati populer yang dijinakkan, merpati balap, adalah salah satu hasil yang paling baru.
Merpati termasuk golongan burung pintar, ini terbukti dengan kejinakan dan kemampuannya untuk mengenali kandang dan daerah sekitarnya terutama merpati pos. Merpati Balap mempunyai kelebihan lain yang tidak kalah hebatnya dengan merpati pos, yaitu mampu mengenali pasangan, pemilik, atau pelatihnya dari jarak yang cukup jauh.
Secara Umum merpati balap yang baik memiliki ciri-ciri sebagai berikut:
1. Bagian Kepala dan Leher:
Paruh yang Pendek,lurus, kuat, dan ujungnya sedikit melengkung menandakan keket atau giringnya bagus.
Mata jernih dengan biji mata bulat penuh (tidak terlihat pecah) dan kecil menandakan kemampuannya cukup baik untuk melihat dengan jelas dari kejauhan.
Kepala yang proposional dan cukup besar menandakan isi otaknya besar (cerdas).
Lehernya yang cukup dan tidak terlalu panjang dan besar, tetapi tetap proposional dapat menjaga posisi terbang terhadap udara agar tetap streamline.
2. Bagian Badan, Kaki dan ekor:
Pundak tegap dan kokoh sebagai tempat menempelnya sayap
Otot sayap yang cukup tebal menandakan kekuatannya mengepakkan sayapnya maksimal sehingga diperoleh jangkauan yang jauh dalam sekali kepak. Bulu-bulu sayap rapi, tebal, panjang, lebar, dan rapat menandakan bahwa merpati dapat mencapai jarak jauh dalam sekali kepakan karena sedikit udara yang lepas. Bulu sayap primer biasanya terdiri dari 10 bulu, tetapi kadang ditemukan merpati dengan bulu sayap primer 11 bulu pada salah satu atau kedua sayapnya. Keadaan ini dapat menambah kerapatan bulu sayap.
Kaki proposional dengan jari yang kecil dan panjang untuk mengarahkan angin kebelakang setelah melewati dada pada saat terbang
Tumpukan bulu pada bokong tebal dan tulang pubis cukup keras sehingga kekompakan otot untuk mencapai kecepatan akhir yang maksimal dapat terjamin.
3. Ciri-ciri lain:
Bulu halus, kering, dan berlapis lilin untuk mengurangi hamabatan dan mencegah tersimpannya air dari udara yang dapat mengurangi kecepatan burung karena bertambahnya berat badan.
Tulang dada sedikit melengkung untuk mengurangi hamabatan angin.
Leher seekor merpati balap harus proporsional, tidak terlalu pendek dan tidak juga terlalu panjang, sehingga tidak menambah gesekan diudara.

WARNA BULU MERPATI

Karakter merpati menurut warna bulu

Warna bulu setiap burung merpati merupakan salah satu untuk dasar untuk identifikasi. Misal seseorang yang memiliki burung merpati biasanya akan mengenal merpati kepunyaannya walaupun ditempatkan bersamaan dengan merpati lainnya dalam jumlah banyak. Tetapi dibalik itu semua warna bulu dapat juga menentukan karakter dari burung tersebut. Dibawah ini dijelaskan karakter dari setiap warna, walaupun dalam kenyataannya bisa saja berbeda dengan kenyataannya. Ciri-ciri / karakter merpati jika dikaitkan dengan warna bulu merpati dapat kita bedakan dan dapat disimpulkan dengan pernyataan dibawah ini. Catatan saja warna bulu merpati ini merupakan hasil pengamatan di daerah Bandung.

Coklat:

Burung mudah dilatih gampang giring dan bisa ngeket, untuk terbang dasar/balap maupun tinggi sangat baik sekali, cocok dengan betina dengan bulu coklat juga, tetapi burung warna coklat gampang hilang. Maka berhati-hatilah jika punya burung warna coklat, jangan dipaksakan untuk terbang lebih dari 3x menerbangkan.

Blorok / brontok:

Burung ini giringnya kurang baik, dijodohkan dengan betina warna bulu apa saja bisa. Kelebihan warna bulu ini adalah insting untuk pulang sangat baik untuk tinggian. Memang jarang burung seperti ini jago tinggian atau dasar, tetapi ada.

Megan:

Burung ini giringnya baik, dijodohkan dengan betina warna bulu apa saja bisa. Kelebihan warna bulu ini adalah insting untuk pulang lebih baik dari blorok/brontok untuk tinggian. Burung seperti ini dapat terbang sangat tinggi dan stamina yang prima dan dapat diterbangkan -/+ 45 Km (tergantung latihan), tetapi kurang baik menukiknya, biasanya antara 75-80 derajat paling banter. Tetapi ada juga yang 90 derajat tetapi sangat jarang sekali
Hitam meles:

Burung ini giringnya sedang-sedang saja, dijodohkan dengan betina warna bulu apa saja bisa. Kelebihan warna bulu ini adalah insting untuk pulang lebih baik dari blorok/brontok tetapi dibawah warna megan dapat diterbangkan dari jarak -/+ 35 Km. Untuk terbangnya, burung seperti ini dapat terbang tinggi tetapi tidak melebihi ketinggian terbang warna megan.
Tritis:

Hampir sama dengan coklat, tetapi burung ini insting untuk pulangnya lebih baik daripada warna coklat. Dengan kata lain bahwa burung merpati dengan warna bulu tritis bisa dikatakan lebih cerdas dari pada merpati yang berbulu warna coklat.
Putih meles:

Sangat jarang sekali warna putih meles jadi burung tinggi atau dasar yang unggul. Tetapi saya pernah melihat warna putih meles ini dapat terbang tinggi dan nukik 90 derajat. Warna putih meles cocok sebagai pemanis saat beberapa burung tinggi giring dan dikumpulkan betinanya dalam satu kurung.
Plontang:

Bulu warna ini mudah dijodohkan terbang bisa tinggi tetapi jeleknya nukik-nya tidak konsisten alias kadang mau 90 derajat kadang tidak padahal giringnya sama. Warna plontang sangat cocok sebagai pemanis saat beberapa burung tinggi giring dan dikumpulkan betinanya dalam satu kurung.
Klabu:

Burung dengan warna ini agak sulit dijodohkan, dilatih gampang giring dan bisa ngeket, sangat cocok untuk terbang dasar/balapi, cocok dengan betina dengan bulu klabu telampik, tetapi burung warna klabu gampang hilang jika dilatih untuk tinggian.
Tlampik:

Tergantung warna dasar bulu. Kecuali selap 1 atau 2 dengan warna dasar coklat bisa lebih baik dari warna coklat meles. Baik untuk dasar atau tinggian. Beberapa opini mengatakan merpati yang berbulu tlampik seperti ini bisa dibilang baik dalam segala hal tetapi ini belum bisa dibuktikan secara umum.
Karakter merpati menurut kering atau basah bulu.
Bulu basah dan cenderung seperti mengkilat hanya cocok untuk dasaran, sama sekali tidak cocok untuk tinggian, Kalaupun ada saya yakin ini sangat jarang.
Bulu kering sangat cocok untuk tinggian atau dasaran, tetapi sangat cocok untuk tinggian, coba perhatikan ditempat latihan / aduan burung tinggi, anda akan bisa membedakannya.

Memilih mata piyik merpati yang baik


 
 
Pada dasarnya semua burung hampir semua burung dianugrahi ketajaman mata yang benar-benar hebat, bayangkan dari ketinggian 1000 atau 1500 meter masih bisa saja melihat kepakan sayap betinanya. Mata seekor burung merpati sangat sulit dikatakan rabun atau tidak jika dilihat dari fisiknya. Dalam berbagai hal mungkin pengalaman setiap orang yang pernah berkecimpung dalam dunia merpati bisa dan sangat mungkin untuk berbeda-beda. Tetapi dengan berbagai pengalaman bahwa mata burung merpati dikatakan baik jika:
  1. Lingkaran/bulatan hitam bagian tengah tidak buyar atau melebar kebagian luarnya dan jika dilihat lebih dalam dan lebih teliti lagi tidak terlihat bercak putih. Akan terlihat mengecil saat mendekati betinanya.
  2. Warna mata bagian lingkaran luar terlihat bersih.
  3. Saat seekor burung merpati sedang dipegang atau dijemur, terlihat mata dan kepalanya melirik ke atas karena mungkin melihat burung lain yang sedang terbang. Maka anda akan bisa memastikan bahwa mata dari burung merpati anda dalam keadaan baik.

Sifat dari setiap warna lingkaran luar dari mata burung merpati:
           1.      Kuning:
    • Burung tersebut gampang dilatih tetapi mudah hilang.
    • Gampang dijodohkan dengan betina warna bulu apa saja.
2.      Merah asem:    
    • Burung tersebut agak susah dijodohkan tetapi, anda akan puas karena burung merpati dengan mata merah asem sangat mudah dilatih dan tidak mudah nyasar alias anda akan lama memiliki burung ini.
    • Siang hari bolong pun burung tersebut akan tahan terhadap cuaca panas.
  • Untuk burung tinggi jangan diterbangkan terlalu sore karena burung dengan mata ini bisa-bisa tidak pulang, tetapi jangan khawatir biasanya besoknya pulang.
3.      Putih atau di Bandung terkenal dengan mata air:
    •  Cocok untuk diterbangkan sore hari.
    • Tetapi tetap bukan semata-mata mata air, burung dengan jenis mata ini bisa diterbangkan pagi, siang, sore.
4.      Kanan kiri berlainan warna:
    • Burung tersebut mudah untuk dijodohkan dan tetapi dengan betina dengan warna bulu tidak tunggal.
    • Siang hari bolong pun burung tersebut akan tahan terhadap cuaca panas.
5.      Hitam:
  •  Lebih baik anda tidak memiliki burung dengan jenis mata warna hitam. Saya tidak pernah melihat burung merpati jago dasar atau tinggian dengan warna mata hitam (konot).
6.      Kuning dengan lingkaran bagian luar warna merah:
    • Burung tersebut mudah dijodohkan dengan warna bulu betina apa saja.
    • Penglihatannya lebih tajam. Warna mata seperti ini banyak dimiliki oleh burung merpati aduan baik tinggi atau merpati balap / dasar.
    • Tidak tahan terhadap jam terbang berlebihan. Mata seperti ini cocok diterbangkan pagi, siang, sore tetapi jangan berlebihan. Cukup 2-3 kali pagi dan sore atau pagi dan siang.

Cara Merawat dan Ciri-ciri Burung Merpati Tinggian yang baik


PANGERAN 468
Cara Merawat Burung Merpati Tinggian yang baik
Beberapa tips dan cara perawatan burung merpati tinggian atau burung kolongan yang baik dan maksimal.
1.Suplemen makanan yang baik dan terjamin.
2.Memandikan burung tiap hari dengan rutin.
3.Dengan rutin menjemur burung setiap pagi secukupnya.
4.Kandang harus selalu bersih supaya bebas dari penyakit.
5.Pada waktu burung keket atau keplek dilatih rutin.
6.Pemberian Doping ( jamu ) juga di perlukan

CIRI CIRI MENCARI MERPATI TINGGIAN DENGAN MATA YANG BAGUS /AWAS
1.mata yang kering dan jernih seperti kaca didalamnya 2.teleng atau titik hitam kalau kena sinar atau waktu keket/giring mengecil dan tidak pudar. 3.warna kuning spt mas atau mata hitam seperti mata kodok/katak. 4.kuning jagung atau merah saga dekat kelopak mata jadi tiga warna yaitu: hitam yg kecil kuning mas dan kuning jagung atau merah saga kecuali mata katak atau hitam. 5. selaput mata kalau bisa yang merah itu menurut selera aja.

CIRI CIRI MENCARI MERPATI TINGGIAN MENTAL YANG BAGUS
Atas permintaan dari rekan2 penghobi merpati tinggian ditanah air ini, diminta utk membagi pengalaman bagai mana ciri mental merpati tinggian yang bagus. Ini berdasarkan pengalaman,ciri cirinya sebagai berikut: 1.punya trah darah 2.keketnya kencang atau keras. 3.supitan tebal dan keras tapi jangan sampai rapat sekali. 4.sodonan / batang lar atau sayap kering dan keras. 5..tembolok lancip atau kerucut. 6.kakinya kering. 7.bentuk kepala atau raut muka kelihatan galak seperti burung rajawali.

Minggu, 16 Maret 2014

WARNA BULU MERPATI

Karakter merpati menurut warna bulu

Warna bulu setiap burung merpati merupakan salah satu untuk dasar untuk identifikasi. Misal seseorang yang memiliki burung merpati biasanya akan mengenal merpati kepunyaannya walaupun ditempatkan bersamaan dengan merpati lainnya dalam jumlah banyak. Tetapi dibalik itu semua warna bulu dapat juga menentukan karakter dari burung tersebut. Dibawah ini dijelaskan karakter dari setiap warna, walaupun dalam kenyataannya bisa saja berbeda dengan kenyataannya. Ciri-ciri / karakter merpati jika dikaitkan dengan warna bulu merpati dapat kita bedakan dan dapat disimpulkan dengan pernyataan dibawah ini. Catatan saja warna bulu merpati ini merupakan hasil pengamatan di daerah Bandung.

Coklat:

Burung mudah dilatih gampang giring dan bisa ngeket, untuk terbang dasar/balap maupun tinggi sangat baik sekali, cocok dengan betina dengan bulu coklat juga, tetapi burung warna coklat gampang hilang. Maka berhati-hatilah jika punya burung warna coklat, jangan dipaksakan untuk terbang lebih dari 3x menerbangkan.

Blorok / brontok:

Burung ini giringnya kurang baik, dijodohkan dengan betina warna bulu apa saja bisa. Kelebihan warna bulu ini adalah insting untuk pulang sangat baik untuk tinggian. Memang jarang burung seperti ini jago tinggian atau dasar, tetapi ada.

Megan:

Burung ini giringnya baik, dijodohkan dengan betina warna bulu apa saja bisa. Kelebihan warna bulu ini adalah insting untuk pulang lebih baik dari blorok/brontok untuk tinggian. Burung seperti ini dapat terbang sangat tinggi dan stamina yang prima dan dapat diterbangkan -/+ 45 Km (tergantung latihan), tetapi kurang baik menukiknya, biasanya antara 75-80 derajat paling banter. Tetapi ada juga yang 90 derajat tetapi sangat jarang sekali
Hitam meles:

Burung ini giringnya sedang-sedang saja, dijodohkan dengan betina warna bulu apa saja bisa. Kelebihan warna bulu ini adalah insting untuk pulang lebih baik dari blorok/brontok tetapi dibawah warna megan dapat diterbangkan dari jarak -/+ 35 Km. Untuk terbangnya, burung seperti ini dapat terbang tinggi tetapi tidak melebihi ketinggian terbang warna megan.
Tritis:

Hampir sama dengan coklat, tetapi burung ini insting untuk pulangnya lebih baik daripada warna coklat. Dengan kata lain bahwa burung merpati dengan warna bulu tritis bisa dikatakan lebih cerdas dari pada merpati yang berbulu warna coklat.
Putih meles:

Sangat jarang sekali warna putih meles jadi burung tinggi atau dasar yang unggul. Tetapi saya pernah melihat warna putih meles ini dapat terbang tinggi dan nukik 90 derajat. Warna putih meles cocok sebagai pemanis saat beberapa burung tinggi giring dan dikumpulkan betinanya dalam satu kurung.
Plontang:

Bulu warna ini mudah dijodohkan terbang bisa tinggi tetapi jeleknya nukik-nya tidak konsisten alias kadang mau 90 derajat kadang tidak padahal giringnya sama. Warna plontang sangat cocok sebagai pemanis saat beberapa burung tinggi giring dan dikumpulkan betinanya dalam satu kurung.
Klabu:

Burung dengan warna ini agak sulit dijodohkan, dilatih gampang giring dan bisa ngeket, sangat cocok untuk terbang dasar/balapi, cocok dengan betina dengan bulu klabu telampik, tetapi burung warna klabu gampang hilang jika dilatih untuk tinggian.
Tlampik:

Tergantung warna dasar bulu. Kecuali selap 1 atau 2 dengan warna dasar coklat bisa lebih baik dari warna coklat meles. Baik untuk dasar atau tinggian. Beberapa opini mengatakan merpati yang berbulu tlampik seperti ini bisa dibilang baik dalam segala hal tetapi ini belum bisa dibuktikan secara umum.
Karakter merpati menurut kering atau basah bulu.
Bulu basah dan cenderung seperti mengkilat hanya cocok untuk dasaran, sama sekali tidak cocok untuk tinggian, Kalaupun ada saya yakin ini sangat jarang.
Bulu kering sangat cocok untuk tinggian atau dasaran, tetapi sangat cocok untuk tinggian, coba perhatikan ditempat latihan / aduan burung tinggi, anda akan bisa membedakannya.